blog yang membahas tentang politik, Indonesia, teknik sipil, olahraga dan Manchester united
Search This Blog
Mengungkap Fenomena Vaping Bagi Kesehatan
Bagi yang belum mendapat
informasi tentang vaping, lewat tulisan ini, pembaca mungkin dapat lebih
memahami tentang fenomena yang ada saat ini. Vape / Vaping adalah sebuah kata
yang berasal dari bahasa inggris yang berarti menghirup uap air (vapor) atau menguap.
Sebuah aktivitas yang dilakukan para pengguna vaporizer atau rokok elektrik.
Pada umumnya, vaporizer terdiri dari komponen Mod, Rebuildable Dripping/Tank
Atomizer, Baterai dan Liquid (cairan yang bertransformasi menjadi uap air)
berbagai macam rasa.
Di negara lain selain
Indonesia, vape digunakan atau disarankan sebagai media untuk berhenti total
dari aktivitas merokok tembakau (selain Nicotine Patch yang tidak begitu
efektif). Di tengah kontroversi kehadiran vaporizer / rokok elektrik yang
mendapat berbagai macam respon negatif di masyarakat, banyak tokoh seperti
David Halpern, pemerintah United Kingdom; Dr Murray Laugesen ahli kesehatan
dari Selandia Baru dan David Sweanor yang tidak sependapat dengan para oknum
penolak vaporizer itu sendiri. Bila para peneliti luar berpendapat demikian,
mungkin berbeda dengan para ahli kesehatan dalam negeri yang populer di
televisi atau media lainnya, tanpa ada standar khusus mereka langsung mengklaim
bahwa vaping itu berbahaya.
Melihat ke belakang,
sejarah perkembangan vaporizer cukup panjang dan melewati begitu banyak proses
hingga dapat digunakan seperti saat ini. Tahun 1963, Herbert A. Gilbert
menemukan alternatif pengganti rokok reguler, sebuah ide yang sangat tidak
biasa di zaman itu. Hal ini sangat wajar, siapa orang berani mengeluarkan ide
se-ekstrim itu di tahun 60-an, di tengah maraknya iklan rokok di televisi,
komersialisme perusahaan rokok meningkat, propaganda papan iklan dan media
promosi lainnya, sementara sebagian besar orang merokok pada hampir setiap
pelosok negeri.
Hal ini membuat Herbert
harus mengesampingkan idenya itu karena diabaikan oleh banyak pihak. Sampai
pada akhirnya di tahun 2003 seorang pemimpi dari dataran Cina memunculkan
kembali ide ini. Dialah Hon Lik, seorang peneliti kesehatan asal negara Tirai
Bambu. Hon Lik cukup frustrasi dengan kebiasaanya merokok, yang sangat
merugikan dia dan ayahnya, seorang penderita kanker. Alasan mengapa Hon Lik
memulai penelitiannya tergolong cukup unik (pada sebagian orang mungkin tidak
masuk akal), berawal dari suatu malam di saat Lik lupa menggunakan Nicotine
Patch (sebuah media pengganti zat nikotin pada rokok, yang memenuhi kebutuhan
nikotin pada tubuh), membuat alam bawah sadarnya memproduksi halusinasi hingga
sebuah mimpi tenggelam dalam lautan, paru-parunya terisi air dan akhirnya
menolongnya bernafas, karena air tersebut bertransformasi menjadi uap
air.
Dari mimpi tersebut,
akhirnya dilakukan berbagai penelitian hingga menghasilkan rokok elektrik yang
terdiri dari baterai, atomizer, cartridge, propilen glikol (propylene glycol)
yang notabene adalah zat kimia tak beracun dan menurut Food and Drug
Administration (FDA, salah satu divisi yang ada pada Departemen Kesehatan
Amerika Serikat) ada dalam kategori aman. Sekarang ini, komposisi utama dari
liquid adalah propilen glikol, gliserin dan perasa makanan, yang membuat
banyaknya variant rasa dari cairan (liquid) untuk penggunaan rokok elektrik.
Satu-satunya zat tambahan yang dianggap penting adalah nikotin, senyawa yang
mengakibatkan candu dan menghasilkan efek stimulus yang kurang lebih serupa
dengan kafein pada kopi, teh atau minuman ringan lainnya. Sebagai stimulant,
tentunya membantah beragam opini tentang bahaya nikotin selama ini sebagai zat
yang paling berbahaya dalam rokok (walaupun saran terbaik dari penulis adalah
tidak mengkonsumsinya sama sekali) yang ujung-ujungnya hanya menghasilkan efek
rileks bagi pengguna kecuali bila konsumsinya di atas 50 mg alias berlebihan.
Vaporizer atau rokok
elektrik merupakan alternatif kebanyakan orang yang ingin berhenti merokok,
dimulai dari liquid yang memiliki kandungan nikotin dengan jumlah miligram yang
lebih tinggi sampai tidak mengandung nikotin sama sekali. Selain itu sebutan
perokok pasif hampir sepenuhnya hilang, karena rokok elektrik menghasilkan uap
air yang tidak seberbahaya asap dari rokok tembakau serta tentunya vaping
tidak memerlukan asbak untuk membuang abu hasil pembakaran.
Tidak adil rasanya bila
di saat kita membahas fakta mengenai vape dan tidak didukung dengan fakta
merokok walaupun informasi tentang rokok sering kita temui di mana-mana. Tanpa
panjang lebar, ini beberapa zat yang ada pada rokok:
1.
Nikotin
2.
Tar
3.
Sianida
4.
Benzene
5.
Cadmium
6.
Metanol
7.
Asetilena
8.
Amonia
9.
Formaldehida
10. Hidrogen sianida
11. Arsenik
12. Karbon monoksida
Bila dijelaskan satu per
satu, tulisan ini akan menjadi panjang dan menimbulkan efek jenuh pada pembaca,
apalagi sebagian besar zat di atas telah diketahui dampaknya lewat penyuluhan
khusus LSM dan pendidikan umum yang dikecap semasa sekolah, kecuali mengenai
informasi mengenai nikotin sebagai zat paling berbahaya dibandingkan ke-11 zat
lainnya yang masih diragukan tingkat validitasnya.
Salah satu kelemahan
paling utama dari aktivitas vaping ini adalah belum dilakukannya penelitian
jangka panjang guna mencari tahu efeknya di kemudian hari. Sampai pada saat
artikel ini diturunkan tidak ditemukan adanya efek samping penggunaan rokok
elektrik tapi sangat dianjurkan bagi pengguna vape pemula (perokok yang mencoba
berhenti dari kebiasaan merokok tembakau) untuk bergabung dengan komunitas guna
mendapatkan informasi yang tepat agar tidak kerepotan menggunakan
komponen-komponen yang bersinggungan dengan rangkaian elektronika (electronic
device). Para pengguna vape juga mengakui bahwa efek yang hadir ketika aktif merokok
tembakau sudah tidak dirasakan lagi, seperti sesak nafas pagi hari, bau mulut
dan masalah pernafasan lainnya.
Di daerah-daerah sendiri
sudah ada beberapa vape store yang memberikan informasi, menawarkan gadget
device mulai dari mechanical mod, electrical mod, RDA, RTA, RBA, Baterai dan
juga variant liquid; Vape Store Kafe-Inn, Vape Store Quamama dan Vape Store
Marina Plaza merupakan store yang dapat disebutkan. Komunitas Vape juga mulai
berkembang dan siap membantu perokok aktif untuk beralih dan memilih alternatif
ini. Di luar daripada tujuan utamanya, tentu tidak ada salahnya dalam komunitas
diselingi dengan trik-trik sehingga aktivitas ini menjadi lebih seru.
Seperti dikutip The
Guardian, Divisi Kesehatan Masyarakat di Inggris pun mengklaim vaping lebih
aman daripada merokok yang dapat menyebabkan kematian. Mereka telah mengatakan
dalam pengakuan resmi pertama bahwa rokok elektrik kurang merusak kesehatan
dibanding merokok tembakau. Disimpulkan bahwa, sejauh ini rokok elektrik
sekitar 95% kurang berbahaya daripada rokok tembakau dan satu hari dapat
dibagikan sebagai obat berlisensi dalam sebuah alternatif untuk produk
anti-merokok seperti nicotine patch.
Tulisan ini mungkin
tidak dapat menjawab secara pasti mengenai aman atau tidaknya vape. Namun
sebagai alternatif untuk tujuan yang lebih baik, yaitu berhenti merokok,
menghentikan kebiasaan yang kurang baik, tentu saja vape tidak perlu mendapat
kecaman dari publik, apalagi sampai menimbulkan opini-opini yang tidak sesuai
dengan fakta saat ini. Bila anda merupakan seseorang yang tidak pernah merokok,
paradigma vape sebagai pintu masuk kepada nikotin sangat ditentang, ini juga
yang diungkapkan oleh Menteri Kesehatan Masyarakat Inggris, Jane Ellison,
“Meskipun kita mengenali rokok elektrik dapat membantu orang dewasa untuk
berhenti, kita masih ingin melindungi anak-anak dari bahaya nikotin, itulah
sebabnya kami telah membuat ilegal untuk di bawah 18 tahun untuk membelinya.”
Untuk menutup artikel
ini, berikut adalah kutipan dari salah satu mantan penasehat WHO ;
“Kata ‘aman’ sendiri
tidak ada. Tapi rokok elektronik berisiko lebih rendah dibandingkan dengan
rokok biasa. Ini setara dengan memiliki 4WD Volvo dibandingkan dengan sepeda
motor bertenaga tinggi dengan ban botak dalam sebuah situasi badai es.
Daripada standar kata aman yang tercapai kita harus berpikir dalam hal yang
lebih aman. Meskipun risiko yang terkait dengan sepakbola, saya akan lebih
memilih anak-anak saya bermain sepak bola daripada bermain dengan granat tangan
yang masih aktif.” David Sweanor mantan penasehat WHO terhadap upaya mengontrol
tembakau.
rokok elektrik paling aman itu Juul sih setau ane
ReplyDelete